Sunday, 10 December 2017

77. RACAU: ciko

Bagaimana kita mau mempercayai tulisan apapun saat kita tahu psikis semua orang bermasalah?

Bagaimana kita mau mendiskreditkan tulisan apapun saat kita tahu semua orang pasti memiliki alasan saat menulisnya?

- Jakarta Bienalle 2017 - bingung.

Friday, 8 December 2017

76. RACAU: continua

katanya: jangan cari distraksi, kembalilah pada misi. aku juga kaget sesungguhnya ketika melihat lagi beberapa laman di blog ini. dari kita, untuk kita. masyarakat harus saling menguatkan. I can be empowered only by me.

**

Aku teringat kalimat terakhir doa yang diajarkan pada ku di Balikpapan, "...suatu apapun."

**

melakukan sesuatu, jadi bagian aktif. bukankah ini awal dari kehancuran bumi? kalau tidak salah, ini dari "The Avengers: Age of Ultron": "...it's an honor to be among them."

**

ku harap semua orang bahagia. meski hanya kematian yang bisa menjadikannya abadi.

**

tidak ada yang harus bertanggung jawab atas apapun. semua adil. biasa saja.

Saturday, 2 December 2017

75. RACAU: kecap manis

kesukaanku pada kata-kata nampaknya datang dari keterbatasannya sendiri. selihai-lihainya manusia dengan kata-kata, ada beberapa momen dalam hidupnya yang tak sanggup langsung ia rangkum, atau respon, dengan kata. ia butuh jarak, atau waktu, untuk mampu melakukannya. dengan demikian, ia memberi kesempatan dirinya untuk memfokuskan diri pada satu perasaan tertentu. dengan demikian pula, ia mereduksi kemungkinan pembaca untuk tersesat dari intensinya. walau begitu, kritikus terlatih menginterpretasi dan menyambungkannya dengan konteks lain. teka-teki: apa sih yang tak mungkin bengkok di dunia ini?

bukan polisi, jaksa, hakim, kpk, apalagi *gama.

apa ya?

**

lelah. sampai nanti.